• Pengelola Lab Fahum
    • Kegiatan Laboratorium
    • Pengelola Laboratorium
  • id ID
    • en EN
    • id ID
Fakultas Hukum Terbaik di Medan Sumut
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Program Studi
  • Daftar Dosen
  • Berita
    • Galeri
    • Kegiatan Fakultas
    • Kegiatan Mahasiswa
    • LAB (BBH)
      • Kemahiran Hukum III & IV
      • Jadwal Peradilan Semu
  • Pengumuman
    • Jadwal Kuliah
  • Mahasiswa
    • Pendaftaran Seminar Proposal Skripsi
    • Pendaftaran Sidang Skripsi
    • Upload Skripsi
    • Formulir Uji Kompetensi Program Studi
    • Formulir Permohonan Surat Riset
    • Formulir Permohonan Surat Aktif Kuliah
    • Formulir Surat Keputusan Proposal
    • Rekam Jejak Alumni
    • Prestasi Mahasiswa
    • Alumni
    • Blanko
  • KKN
    • KKN Lokal
    • KKN Nasional
    • KKN Internasional
  • Alumni
Fakultas Hukum Terbaik di Medan Sumut
No Result
View All Result

Perjalanan Hidup dan Kepemimpinan Presiden Kedua RI Soeharto

Maksum Rangkuti by Maksum Rangkuti
Desember 30, 2024
in Opini
0
Perjalanan Hidup dan Kepemimpinan Presiden Kedua RI Soeharto

Perjalanan Hidup dan Kepemimpinan Presiden Kedua RI Soeharto

Perjalanan Hidup dan Kepemimpinan Presiden Kedua RI Soeharto

Soeharto, nama yang menjadi ikon kekuasaan di Indonesia selama hampir tiga dekade, merupakan Presiden kedua Indonesia yang memegang tampuk kepemimpinan dari tahun 1967 hingga 1998. Lahir pada 8 Juni 1921 di Kemusuk, Yogyakarta, Soeharto mengalami perjalanan hidup yang penuh gejolak, diwarnai oleh perjuangan kemerdekaan dan kepemimpinan otoriter.

Awal Kehidupan dan Karir Militer

Soeharto, atau lebih akrab disapa dengan panggilan “Pak Harto,” muda Soeharto menghabiskan masa kecilnya di desa kecil di Jawa Tengah. Ia bergabung dengan sekolah dasar Belu di Wuryantoro dan melanjutkan pendidikannya di sekolah menengah pertama di Kota Wonogiri. Namun, pendidikan formalnya terpaksa terhenti ketika Jepang menduduki Indonesia pada Perang Dunia II.

Pada tahun 1940, Soeharto bergabung dengan sekolah guru di Solo dan lulus sebagai perwira rendahan pada tahun 1943. Pada masa pendudukan Jepang, Soeharto menjadi anggota PETA (Pembela Tanah Air), organisasi tentara pembela kemerdekaan yang didirikan oleh Jepang. Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, Soeharto bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan terlibat dalam pertempuran melawan pasukan Belanda dalam Perang Kemerdekaan.

Masa Pemerintahan dan Kepemimpinan Otoriter

Ketika pemberontakan Komunis terjadi pada tahun 1965, Soeharto memainkan peran penting dalam menghancurkan gerakan tersebut. Kudeta militer yang melibatkan pembunuhan massal tersebut membuka jalan bagi Soeharto untuk mengambil alih kekuasaan dari Presiden Sukarno. Ia menjadi Presiden ke-2 Indonesia pada 27 Maret 1968 setelah Sukarno diberhentikan.

Selama kepemimpinannya, Soeharto dikenal dengan pembangunan ekonomi yang pesat dan stabilisasi politik. Namun, keberhasilannya juga diwarnai oleh pelanggaran hak asasi manusia dan dugaan korupsi dalam pemerintahannya. Program transmigrasi, industrialisasi, dan pengendalian populasi adalah beberapa kebijakan yang diimplementasikan untuk meningkatkan perekonomian dan stabilitas negara.

Krisis Ekonomi dan Kritik Terhadap Kepemimpinannya

Pada akhir 1990-an, krisis ekonomi melanda Indonesia, menyebabkan kemarahan rakyat dan meningkatnya tekanan internasional. Tuntutan reformasi mulai bergaung, dan mahasiswa serta aktivis pro-demokrasi menggelar demonstrasi. Pada 21 Mei 1998, Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Presiden.

Pensiun dan Akhir Hidup

Setelah meninggalkan jabatan presiden, Soeharto pensiun dari kehidupan politik. Ia hidup secara bersahaja di kediamannya di Cendana Street, Jakarta. Pada 27 Januari 2008, Soeharto menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pertamina, Jakarta, pada usia 86 tahun.

Warisan dan Kontroversi

Warisan Soeharto tetap menjadi bahan perdebatan di Indonesia. Meskipun berhasil dalam pembangunan ekonomi dan stabilitas politik, era kepemimpinannya juga dikenang oleh banyak orang karena pelanggaran hak asasi manusia, korupsi, dan kurangnya kebebasan politik.

Soeharto, dengan segala kontroversinya, tetap menjadi figur sentral dalam sejarah modern Indonesia. Perjalanan hidupnya mencerminkan dinamika perjalanan bangsa yang berkobar menuju kemerdekaan, tetapi juga menghadapi tantangan moral dan politik yang mendalam.

Tags: Perjalanan Hidup dan Kepemimpinan Presiden Kedua RI Soehartopresiden kedua indonesiasoeharto
Previous Post

Indische Partij: Sejarah, Tujuan dan Tokohnya

Next Post

Perjanjian Bongaya: Latar Belakang dan Isi Perjanjian Bongaya

Next Post
Perjanjian Bongaya Latar Belakang dan Isi Perjanjian Bongaya

Perjanjian Bongaya: Latar Belakang dan Isi Perjanjian Bongaya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

By Categories

  • Agenda
  • Berita
  • Dosen Menulis
  • Education
  • Galeri
  • Info
  • Jadwal Kuliah
  • Jadwal Ujian
  • Kegiatan Fakultas
  • Kegiatan Mahasiswa
  • KKN Internasional
  • KKN Lokal
  • KKN Nasional
  • Kolom Alumni
  • National
  • Opini
  • Pengumuman
  • Politics
  • Prestasi
  • Program Studi
  • Social Media
  • Tak Berkategori
  • Travel
  • Uncategorized
  • Visi & Misi

Gedung C Jl. Kapt. Mukhtar Basri No. 3 Medan, 20238 Sumatera Utara, Indonesia
Telepon: 061-6619056, 061-6622400 Ext. 106 & 108
Fax : 061- 6625474

© 2024 Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Program Studi
  • Daftar Dosen
  • Berita
    • Galeri
    • Kegiatan Fakultas
    • Kegiatan Mahasiswa
    • LAB (BBH)
      • Kemahiran Hukum III & IV
      • Jadwal Peradilan Semu
  • Pengumuman
    • Jadwal Kuliah
  • Mahasiswa
    • Pendaftaran Seminar Proposal Skripsi
    • Pendaftaran Sidang Skripsi
    • Upload Skripsi
    • Formulir Uji Kompetensi Program Studi
    • Formulir Permohonan Surat Riset
    • Formulir Permohonan Surat Aktif Kuliah
    • Formulir Surat Keputusan Proposal
    • Rekam Jejak Alumni
    • Prestasi Mahasiswa
    • Alumni
    • Blanko
  • KKN
    • KKN Lokal
    • KKN Nasional
    • KKN Internasional
  • Alumni

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

slot88