• Pengelola Lab Fahum
    • Kegiatan Laboratorium
    • Pengelola Laboratorium
  • id ID
    • en EN
    • id ID
Fakultas Hukum Terbaik di Medan Sumut
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Program Studi
  • Daftar Dosen
  • Berita
    • Galeri
    • Kegiatan Fakultas
    • Kegiatan Mahasiswa
    • LAB (BBH)
      • Kemahiran Hukum III & IV
      • Jadwal Peradilan Semu
  • Pengumuman
    • Jadwal Kuliah
  • Mahasiswa
    • Pendaftaran Seminar Proposal Skripsi
    • Pendaftaran Sidang Skripsi
    • Upload Skripsi
    • Formulir Uji Kompetensi Program Studi
    • Formulir Permohonan Surat Riset
    • Formulir Permohonan Surat Aktif Kuliah
    • Formulir Surat Keputusan Proposal
    • Rekam Jejak Alumni
    • Prestasi Mahasiswa
    • Alumni
    • Blanko
  • KKN
    • KKN Lokal
    • KKN Nasional
    • KKN Internasional
  • Alumni
Fakultas Hukum Terbaik di Medan Sumut
No Result
View All Result

Sejarah Lambang Garuda Pancasila & Tokoh yang Merancangnya

Annisa by Annisa
Januari 11, 2025
in Opini
0
Sejarah Lambang Garuda Pancasila & Tokoh yang Merancangnya

Sejarah Lambang Garuda Pancasila & Tokoh yang Merancangnya

Sejarah Lambang Garuda Pancasila & Tokoh yang Merancangnya

Lambang Garuda Pancasila, simbol identitas bangsa Indonesia yang penuh makna filosofis dan nilai-nilai mitologis, telah menjadi bagian integral dari budaya nasional. Dalam perjalanan sejarah, lambang ini telah melalui proses pengembangan yang panjang dan kompleks, dengan berbagai tokoh yang berkontribusi pada perancangannya.

Awal Garuda Pancasila hingga Lambang Kebanggaan Bangsa

Sejarah lambang Garuda Pancasila bermula di era awal kemerdekaan Indonesia. Pada masa itu, semangat persatuan dan kemerdekaan menggema di seluruh penjuru negeri. Di tengah upaya menyusun identitas bangsa, muncullah kebutuhan akan sebuah lambang negara yang mencerminkan nilai-nilai luhur dan cita-cita bangsa.

Pada tanggal 10 Januari 1950, Panitia Lambang Negara dibentuk dengan tugas mulia merancang lambang negara. Sosok di balik panitia ini tak lain adalah Sultan Hamid II, seorang seniman dan budayawan ternama asal Pontianak. Beliau, bersama para tokoh nasional lainnya seperti Mohammad Yamin dan Ki Hajar Dewantara, mencurahkan pikiran dan tenaganya untuk menciptakan lambang negara yang ideal.

Sultan Hamid II menuangkan ide-idenya dalam bentuk sketsa, menggambarkan seekor burung garuda yang gagah perkasa dengan perisai di dadanya. Lambang ini terinspirasi dari kisah Garuda dalam mitologi Hindu, yang melambangkan kekuatan, keberanian, dan kebesaran.

Sketsa awal Garuda Pancasila ini kemudian disempurnakan oleh Presiden Soekarno, menambahkan beberapa elemen penting seperti cakar yang mencengkeram pita bertuliskan “Bhinneka Tunggal Ika” dan bintang emas di puncaknya. Sentuhan akhir ini semakin memperkuat makna lambang negara, melambangkan persatuan dalam keberagaman dan cita-cita bangsa yang luhur.

Pada tanggal 11 Februari 1950, lambang Garuda Pancasila secara resmi disahkan oleh Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejak saat itu, lambang ini menjadi identitas resmi bangsa Indonesia, berkibar dengan gagah di berbagai instansi pemerintahan, dokumen resmi, dan berbagai simbol kenegaraan lainnya.

Tokoh yang Merancang Garuda Pancasila

Sosok di balik lambang Garuda Pancasila tak lain adalah Sultan Hamid II, seorang seniman dan budayawan ternama asal Pontianak. Beliau lahir pada tanggal 12 Juli 1913 di Pontianak, Kalimantan Barat. Sejak kecil, Sultan Hamid II menunjukkan bakat seni yang luar biasa, khususnya dalam bidang seni lukis dan kaligrafi.

Di masa mudanya, Sultan Hamid II aktif dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia. Beliau menjabat sebagai Menteri Negara Zonder Portofolio pada Kabinet Hatta I dan II, dan kemudian menjadi anggota Panitia Lambang Negara yang bertugas merancang lambang negara.

Karya Sultan Hamid II tak hanya terbatas pada lambang Garuda Pancasila. Beliau juga dikenal sebagai pencipta lagu “Indonesia Raya” versi tiga stanza yang kita nyanyikan saat ini. Selain itu, Sultan Hamid II juga aktif dalam berbagai kegiatan budaya dan pendidikan, dan senantiasa berupaya melestarikan budaya bangsa.

Sultan Hamid II wafat pada tanggal 30 April 2008 di Pontianak, meninggalkan warisan budaya dan karya seni yang tak ternilai bagi bangsa Indonesia. Dedikasi dan karyanya akan selalu dikenang sebagai bagian penting dalam sejarah bangsa.

Tags: garuda pancasilalambang garuda pancasilasejarah garuda pancasilaSultan Hamid II
Previous Post

Kerjasama Dengan Prodi Doktor Ilmu Hukum FH UMSU Laksanakan Workshop “Tembus Jurnal Scopus Indonesia” di Aula Fakultas Hukum.

Next Post

Undang- undang Kebebasan Berpendapat & isinya

Next Post
Undang- undang Kebebasan Berpendapat & isinya

Undang- undang Kebebasan Berpendapat & isinya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

By Categories

  • Agenda
  • Berita
  • Dosen Menulis
  • Education
  • Galeri
  • Info
  • Jadwal Kuliah
  • Jadwal Ujian
  • Kegiatan Fakultas
  • Kegiatan Mahasiswa
  • KKN Internasional
  • KKN Lokal
  • KKN Nasional
  • Kolom Alumni
  • National
  • Opini
  • Pengumuman
  • Politics
  • Prestasi
  • Program Studi
  • Social Media
  • Tak Berkategori
  • Travel
  • Uncategorized
  • Visi & Misi

Gedung C Jl. Kapt. Mukhtar Basri No. 3 Medan, 20238 Sumatera Utara, Indonesia
Telepon: 061-6619056, 061-6622400 Ext. 106 & 108
Fax : 061- 6625474

© 2024 Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Program Studi
  • Daftar Dosen
  • Berita
    • Galeri
    • Kegiatan Fakultas
    • Kegiatan Mahasiswa
    • LAB (BBH)
      • Kemahiran Hukum III & IV
      • Jadwal Peradilan Semu
  • Pengumuman
    • Jadwal Kuliah
  • Mahasiswa
    • Pendaftaran Seminar Proposal Skripsi
    • Pendaftaran Sidang Skripsi
    • Upload Skripsi
    • Formulir Uji Kompetensi Program Studi
    • Formulir Permohonan Surat Riset
    • Formulir Permohonan Surat Aktif Kuliah
    • Formulir Surat Keputusan Proposal
    • Rekam Jejak Alumni
    • Prestasi Mahasiswa
    • Alumni
    • Blanko
  • KKN
    • KKN Lokal
    • KKN Nasional
    • KKN Internasional
  • Alumni

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

slot88