• Pengelola Lab Fahum
    • Kegiatan Laboratorium
    • Pengelola Laboratorium
  • id ID
    • en EN
    • id ID
Fakultas Hukum Terbaik di Medan Sumut
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Program Studi
  • Daftar Dosen
  • Berita
    • Galeri
    • Kegiatan Fakultas
    • Kegiatan Mahasiswa
    • LAB (BBH)
      • Kemahiran Hukum III & IV
      • Jadwal Peradilan Semu
  • Pengumuman
    • Jadwal Kuliah
  • Mahasiswa
    • Pendaftaran Seminar Proposal Skripsi
    • Pendaftaran Sidang Skripsi
    • Upload Skripsi
    • Formulir Uji Kompetensi Program Studi
    • Formulir Permohonan Surat Riset
    • Formulir Permohonan Surat Aktif Kuliah
    • Formulir Surat Keputusan Proposal
    • Rekam Jejak Alumni
    • Prestasi Mahasiswa
    • Alumni
    • Blanko
  • KKN
    • KKN Lokal
    • KKN Nasional
    • KKN Internasional
  • Alumni
Fakultas Hukum Terbaik di Medan Sumut
No Result
View All Result

Sejarah Pemberontakan PRRI dan Permesta 15 Februari 1958

Annisa by Annisa
Januari 11, 2025
in Opini
0
Sejarah Pemberontakan PRRI dan Permesta 15 Februari 1958

Sejarah Pemberontakan PRRI dan Permesta 15 Februari 1958

Pemberontakan PRRI/Permesta berawal dari ketidakpuasan terhadap pemerintahan pusat yang dianggap mengistimewakan Jawa dalam pembangunan daerah. Kondisi pemerintahan yang belum stabil dan belum meratanya kesejahteraan membuat banyak tuntutan memisahkan diri dari pusat.

Salah satu pemicu gerakan separatis adalah ketidakpuasan antara pusat dan daerah yang menganggap Jawa terlalu diistimewakan dibanding wilayah lain.

Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) muncul pada 1950 di Sumatera. PRRI diprakarsai oleh beberapa tokoh, termasuk Letnan Kolonel Ahmad Husein, Mr. Sjafruddin Prawiranegara, dan lain-lain. Pada 20 Desember 1956, PRRI membentuk Dewan Banteng, dan Letkol Ahmad Husein kemudian merebut kekuasaan Pemerintah Daerah dari Gubernur Ruslan Muljohardjo.

Pada 15 Februari 1958, Ahmad Husein memproklamasikan berdirinya PRRI. PRRI kemudian menuntut tiga hal dari pemerintah pusat, yaitu:

  1. Dibubarkannya Kabinet Djuanda.

    Mohammad Hatta dan Hamengkubuwono diangkat sebagai formatur dari kabinet yang baru.
    Sukarno bersedia kembali kepada kedudukannya menurut UUDS 1950 dan memberikan kesempatan dan bantuannya kepada nasional zaken kabinet yang dibentuk.

  2. Permesta

    Permesta, yang berawal dari permintaan Gubernur Sulawesi Andi Pangerang Pettarani kepada Perdana Menteri Ali Sastroamidjoyo dan Mendagri R. Sunarjo pada 1957.

    ditujukan agar memberikan otonomi yang lebih besar khususnya Indonesia Timur, termasuk pemerataan proyek pembangunan daerah.
    Permesta kemudian memproklamasikan wilayah Indonesia Timur melalui Piagam Permesta pada 2 Maret 1957.

Tokoh dan Pemberontakan PRRI

Tokoh-tokoh penting dalam pemberontakan PRRI/Permesta antara lain:

  • Letnan Kolonel Ahmad Husein, Ketua Dewan Perjuangan.
  • Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Perdana Menteri PRRI.
  • Maluddin Simbolon, Menteri Luar Negeri PRRI.
  • Dahlan Djambek, Menteri Dalam Negeri PRRI.
  • Burhanuddin Harahap, Menteri Pertahanan/Kehakiman PRRI.
  • J.F. Warouw, Menteri Pembangunan (Industri dan Pekerjaan Umum) PRRI.
  • Saladin Sarumpaet, Menteri Pertanian/Perburuhan PRRI.
  • Saleh Lahade, Menteri Penerangan PRRI.
  • Mochtar Lintang, Menteri Agama PRRI.
  • Abdul Gani Usman, Menteri Sosial PRRI.

Penumpasan PRRI

Pemberontakan PRRI/Permesta berujung pada penumpasan yang merenggut korban puluhan ribu jiwa. Pemerintah mengupayakan untuk mengakhiri pemberontakan melalui pendekatan non militer dan operasi militer. Pada 12 Februari 1958, A.H.

Nasution membekukan Komando Sumatra Tengah dan menetapkan semua kesatuan hanya menerima perintah langsung dari Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD). Pada 15 Februari 1958, Ahmad Husein mengumumkan berdirinya PRRI dengan Perdana Menteri/Menteri Keuangan adalah Syafruddin Prawiranegara.

Pemberontakan PRRI/Permesta memiliki dampak yang signifikan terhadap sejarah Indonesia. Gerakan ini menunjukkan ketidakpuasan terhadap pemerintahan pusat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya otonomi dan desentralisasi dalam pembangunan daerah.

Namun, pemberontakan ini juga berujung pada penumpasan yang merenggut korban banyak jiwa dan menghancurkan struktur sosial dan politik di daerah-daerah yang terlibat

Tags: pemberontakan PRRIPersemestaprri
Previous Post

Perbedaan Upaya Hukum Biasa dengan Luar Biasa

Next Post

Republik Indonesia Serikat: Sejarah Dan Tujuannya

Next Post
Republik Indonesia Serikat Sejarah Dan Tujuannya

Republik Indonesia Serikat: Sejarah Dan Tujuannya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

By Categories

  • Agenda
  • Berita
  • Dosen Menulis
  • Education
  • Galeri
  • Info
  • Jadwal Kuliah
  • Jadwal Ujian
  • Kegiatan Fakultas
  • Kegiatan Mahasiswa
  • KKN Internasional
  • KKN Lokal
  • KKN Nasional
  • Kolom Alumni
  • National
  • Opini
  • Pengumuman
  • Politics
  • Prestasi
  • Program Studi
  • Social Media
  • Tak Berkategori
  • Travel
  • Uncategorized
  • Visi & Misi

Gedung C Jl. Kapt. Mukhtar Basri No. 3 Medan, 20238 Sumatera Utara, Indonesia
Telepon: 061-6619056, 061-6622400 Ext. 106 & 108
Fax : 061- 6625474

© 2024 Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Program Studi
  • Daftar Dosen
  • Berita
    • Galeri
    • Kegiatan Fakultas
    • Kegiatan Mahasiswa
    • LAB (BBH)
      • Kemahiran Hukum III & IV
      • Jadwal Peradilan Semu
  • Pengumuman
    • Jadwal Kuliah
  • Mahasiswa
    • Pendaftaran Seminar Proposal Skripsi
    • Pendaftaran Sidang Skripsi
    • Upload Skripsi
    • Formulir Uji Kompetensi Program Studi
    • Formulir Permohonan Surat Riset
    • Formulir Permohonan Surat Aktif Kuliah
    • Formulir Surat Keputusan Proposal
    • Rekam Jejak Alumni
    • Prestasi Mahasiswa
    • Alumni
    • Blanko
  • KKN
    • KKN Lokal
    • KKN Nasional
    • KKN Internasional
  • Alumni

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

slot88