• Pengelola Lab Fahum
    • Kegiatan Laboratorium
    • Pengelola Laboratorium
  • id ID
    • en EN
    • id ID
Fakultas Hukum Terbaik di Medan Sumut
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Program Studi
  • Daftar Dosen
  • Berita
    • Galeri
    • Kegiatan Fakultas
    • Kegiatan Mahasiswa
    • LAB (BBH)
      • Kemahiran Hukum III & IV
      • Jadwal Peradilan Semu
  • Pengumuman
    • Jadwal Kuliah
  • Mahasiswa
    • Pendaftaran Seminar Proposal Skripsi
    • Pendaftaran Sidang Skripsi
    • Upload Skripsi
    • Formulir Uji Kompetensi Program Studi
    • Formulir Permohonan Surat Riset
    • Formulir Permohonan Surat Aktif Kuliah
    • Formulir Surat Keputusan Proposal
    • Rekam Jejak Alumni
    • Prestasi Mahasiswa
    • Alumni
    • Blanko
  • KKN
    • KKN Lokal
    • KKN Nasional
    • KKN Internasional
  • Alumni
Fakultas Hukum Terbaik di Medan Sumut
No Result
View All Result

Sejarah Hari Pahlawan, Diperingati 10 November

Annisa by Annisa
Januari 23, 2025
in Opini
0
Sejarah Hari Pahlawan, Diperingati 10 November

Sejarah Hari Pahlawan, Diperingati 10 November

Sejarah Hari Pahlawan, Diperingati 10 November

Setiap tanggal 10 November, Indonesia memperingati Hari Pahlawan sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan. Peristiwa ini berakar dari salah satu pertempuran terbesar dalam sejarah Indonesia, yaitu Pertempuran Surabaya tahun 1945. Pertempuran ini menandai semangat perlawanan rakyat Surabaya terhadap tentara Sekutu yang ingin menguasai kembali Indonesia pasca proklamasi kemerdekaan.

Pertempuran tersebut dimulai pada 30 Oktober 1945 dengan tewasnya Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby, seorang komandan pasukan Inggris. Hal ini memicu serangan besar-besaran oleh Sekutu pada 10 November 1945. Ribuan pejuang Indonesia, termasuk rakyat biasa, bersatu melawan invasi ini dengan semangat heroik, dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Bung Tomo yang menjadi ikon perlawanan melalui pidato-pidatonya yang mengobarkan semangat juang rakyat Surabaya.

Tokoh Pertempuran di Hari Pahlawan 10 November

  1. Bung Tomo (Sutomo)

    Bung Tomo adalah pemimpin dan orator utama dalam pertempuran ini. Ia dikenal karena pidato-pidatonya yang membangkitkan semangat rakyat Surabaya untuk melawan penjajah. Bung Tomo juga mendirikan Barisan Pemberontakan Rakyat Indonesia (BPRI) dan menggunakan siaran radio untuk menginspirasi pejuang.

  2. KH Hasyim Asy’ari

    Sebagai tokoh agama, KH Hasyim Asy’ari mengeluarkan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945, yang menyerukan umat Islam untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan. Fatwa ini menjadi pendorong utama bagi banyak pejuang di Surabaya.

  3. Mayjen Sungkono

    Sungkono adalah komandan Badan Keamanan Rakyat (BKR) di Surabaya. Ia memimpin pasukan rakyat dalam pertempuran meskipun dengan persenjataan yang terbatas, dan dikenal karena keberaniannya dalam menghadapi pasukan Sekutu.

  4. Gubernur Soerjo (Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo)

    Gubernur Soerjo berperan penting dalam memotivasi rakyat untuk melawan Sekutu. Ia menolak ultimatum dari pihak Sekutu dan mengeluarkan perintah perang, serta memberikan pidato yang dikenal sebagai ‘Komando Keramat’.

  5. HR Mohammad Mangoendiprodjo

    Sebagai pimpinan Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Mangoendiprodjo berperan dalam kontak biro dengan pasukan Inggris dan terlibat dalam negosiasi yang berujung pada pecahnya pertempuran.

  6. Mayjen Moestopo

    Moestopo adalah seorang jenderal yang juga terlibat aktif dalam pertempuran ini, memberikan kontribusi strategis dalam menghadapi pasukan penjajah.

  7. Doel Arnowo

    Sebagai ketua Komite Nasional Indonesia (KNI) Karesidenan Surabaya, Doel berperan dalam menyebarkan informasi dan mengorganisir perlawanan rakyat.

  8. Soegiarto

    Seorang pemain sepak bola yang juga terlibat dalam perjuangan, Soegiarto bergabung dengan pasukan pejuang dan gugur dalam pertempuran.

Makna Hari Pahlawan

Hari Pahlawan mengajarkan kita arti dari keberanian, persatuan, dan cinta tanah air. Perjuangan para pahlawan di Hari Pahlawan menunjukkan betapa pentingnya mempertahankan kemerdekaan dengan jiwa dan raga. Bagi generasi sekarang, semangat Hari Pahlawan dapat diwujudkan dengan belajar, bekerja, dan berkarya demi kemajuan bangsa.

Previous Post

Mengapa 10 November Diperingati Sebagai Hari Pahlawan

Next Post

Tourists from US, Singapore are frequent users of Airbnb in South Korea

Next Post

Tourists from US, Singapore are frequent users of Airbnb in South Korea

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

By Categories

  • Agenda
  • Berita
  • Dosen Menulis
  • Education
  • Galeri
  • Info
  • Jadwal Kuliah
  • Jadwal Ujian
  • Kegiatan Fakultas
  • Kegiatan Mahasiswa
  • KKN Internasional
  • KKN Lokal
  • KKN Nasional
  • Kolom Alumni
  • National
  • Opini
  • Pengumuman
  • Politics
  • Prestasi
  • Program Studi
  • Social Media
  • Tak Berkategori
  • Travel
  • Uncategorized
  • Visi & Misi

Gedung C Jl. Kapt. Mukhtar Basri No. 3 Medan, 20238 Sumatera Utara, Indonesia
Telepon: 061-6619056, 061-6622400 Ext. 106 & 108
Fax : 061- 6625474

© 2024 Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Program Studi
  • Daftar Dosen
  • Berita
    • Galeri
    • Kegiatan Fakultas
    • Kegiatan Mahasiswa
    • LAB (BBH)
      • Kemahiran Hukum III & IV
      • Jadwal Peradilan Semu
  • Pengumuman
    • Jadwal Kuliah
  • Mahasiswa
    • Pendaftaran Seminar Proposal Skripsi
    • Pendaftaran Sidang Skripsi
    • Upload Skripsi
    • Formulir Uji Kompetensi Program Studi
    • Formulir Permohonan Surat Riset
    • Formulir Permohonan Surat Aktif Kuliah
    • Formulir Surat Keputusan Proposal
    • Rekam Jejak Alumni
    • Prestasi Mahasiswa
    • Alumni
    • Blanko
  • KKN
    • KKN Lokal
    • KKN Nasional
    • KKN Internasional
  • Alumni

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

slot88
  • slot gacor terpercaya
  • slot88