Profil Eddy Hiariej, Wakil Menteri Hukum dan HAM 2024-2029
Edward Omar Sharif Hiariej, yang lebih dikenal sebagai Eddy Hiariej, adalah tokoh sentral dalam dunia hukum Indonesia. Pada tahun 2024, ia kembali dilantik sebagai Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) untuk masa jabatan 2024-2029.
Kiprahnya yang cemerlang di bidang akademis dan politik menjadikan Eddy salah satu figur penting dalam pengembangan kebijakan hukum di tanah air.
Perjalanan Sebagai Wamenkumham
Eddy Hiariej resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM pada 21 Oktober 2024. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat posisi serupa dari 23 Desember 2020 hingga 7 Desember 2023 di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo.
Selama masa baktinya, Eddy menunjukkan dedikasi terhadap reformasi hukum, termasuk dalam pembahasan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dan isu-isu hak asasi manusia.
Riwayat Hidup dan Pendidikan
Eddy Hiariej lahir di Ambon, Maluku, pada 10 April 1973. Ia menyelesaikan seluruh jenjang pendidikan tingginya di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan rincian:
-
S1: Fakultas Hukum UGM (1998)
-
S2: Fakultas Hukum UGM (2004)
-
S3: Fakultas Hukum UGM (2009)
Pada usia 37 tahun, Eddy berhasil meraih gelar Guru Besar di bidang Hukum Pidana, menjadikannya salah satu akademisi termuda yang memperoleh pencapaian tersebut.
Karier Politik
Eddy memulai langkahnya di dunia politik ketika diangkat sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM oleh Presiden Joko Widodo pada 23 Desember 2020, mendampingi Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly. Dalam tugasnya, ia fokus mengidentifikasi berbagai persoalan strategis di kementerian serta mencari solusi yang efektif.
-
Kontroversi dan Pengunduran Diri
Pada 4 Desember 2023, Eddy mengundurkan diri setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang diduga melibatkan nominal Rp8 miliar dari seorang pengusaha.
Eddy membantah tuduhan tersebut dan mengajukan praperadilan. Pada 30 Januari 2024, pengadilan memutuskan bahwa penetapan dirinya sebagai tersangka tidak sah, membersihkan namanya dari kasus tersebut.
-
Kembali Menjabat Wamenkumham
Setelah absen selama sembilan bulan, Eddy kembali ke kabinet sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM pada periode 2024-2029. Pelantikannya oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Oktober 2024 menandai babak baru dalam karier politiknya.
Ia kini mendampingi Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, dengan harapan dapat memperkuat reformasi hukum dan meningkatkan pencegahan korupsi di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran.
-
Kontribusi Sebagai Ahli Hukum
Selain karier politiknya, Eddy juga diakui sebagai salah satu akademisi terkemuka di bidang hukum pidana. Ia sering menjadi saksi ahli dalam berbagai kasus besar, termasuk kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan sengketa hasil Pilpres 2019.


