• Pengelola Lab Fahum
    • Kegiatan Laboratorium
    • Pengelola Laboratorium
  • id ID
    • en EN
    • id ID
Fakultas Hukum Terbaik di Medan Sumut
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Program Studi
  • Daftar Dosen
  • Berita
    • Galeri
    • Kegiatan Fakultas
    • Kegiatan Mahasiswa
    • LAB (BBH)
      • Kemahiran Hukum III & IV
      • Jadwal Peradilan Semu
  • Pengumuman
    • Jadwal Kuliah
  • Mahasiswa
    • Pendaftaran Seminar Proposal Skripsi
    • Pendaftaran Sidang Skripsi
    • Upload Skripsi
    • Formulir Uji Kompetensi Program Studi
    • Formulir Permohonan Surat Riset
    • Formulir Permohonan Surat Aktif Kuliah
    • Formulir Surat Keputusan Proposal
    • Rekam Jejak Alumni
    • Prestasi Mahasiswa
    • Alumni
    • Blanko
  • KKN
    • KKN Lokal
    • KKN Nasional
    • KKN Internasional
  • Alumni
Fakultas Hukum Terbaik di Medan Sumut
No Result
View All Result

Eduard Douwes Dekker, Tokoh Belanda Ikut Perjuangkan Kemerdekaan Indonesia

Annisa by Annisa
Januari 11, 2025
in Opini
0
Eduard Douwes Dekker, Tokoh Belanda Ikut Perjuangkan Kemerdekaan Indonesia

Eduard Douwes Dekker, Tokoh Belanda Ikut Perjuangkan Kemerdekaan Indonesia

Eduard Douwes Dekker, Tokoh Belanda Ikut Perjuangkan Kemerdekaan Indonesia

Eduard Douwes Dekker, yang lebih dikenal dengan nama pena Multatuli, adalah seorang penulis Belanda yang lahir pada 2 Maret 1820 di Amsterdam dan meninggal pada 19 Februari 1887 di Ingelheim am Rhein. Nama “Multatuli” berasal dari bahasa Latin yang berarti “Aku telah banyak menderita”.

Ayahnya, Engel Douwes Dekker, adalah seorang kapten kapal yang cukup prestise di masyarakat Belanda masa itu. Keluarganya termasuk keluarga mapan dan berpendidikan. Eduard disekolahkan di Sekolah Latin di Singel, Amsterdam. Awalnya, ia menempuh pendidikan dengan lancar dan berprestasi, tetapi kemudian merasa bosan dan prestasinya merosot. Ayahnya kemudian mengeluarkannya dari sekolah dan menempatkannya di sebuah kantor dagang.

Dekker terkenal karena novel satirisnya, Max Havelaar (1860), yang mengkritik keras ketidakadilan dan penindasan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda di Hindia Belanda (sekarang Indonesia). Karya ini membuka mata banyak orang di Belanda dan Eropa tentang penderitaan rakyat Indonesia di bawah penjajahan.

Selain Max Havelaar, Dekker juga menulis berbagai esai, aforisme, dan karya sastra lainnya yang menginspirasi banyak penulis dan aktivis di seluruh dunia. Pengaruhnya sangat besar, tidak hanya di Belanda tetapi juga di Indonesia dan negara-negara lain.

Peran Eduard Douwes dekker perjuangan kemerdekaan indonesia

Ernest François Eugène Douwes Dekker, yang juga dikenal dengan nama Danudirja Setiabudi, adalah salah satu tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Meskipun berdarah Belanda, ia memiliki peran besar dalam membangkitkan semangat nasionalisme di Indonesia pada awal abad ke-2012.

Berikut adalah beberapa peran penting Douwes Dekker dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia:

  1. Pendiri Indische Partij

    Bersama dengan Tjipto Mangoenkoesoemo dan Suwardi Suryaningrat, Douwes Dekker mendirikan Indische Partij pada tahun 1912. Partai ini adalah organisasi politik pertama yang secara tegas memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda.

  2. Penulis dan Wartawan

    Douwes Dekker menggunakan keterampilannya sebagai penulis dan wartawan untuk mengkritik kebijakan kolonial Belanda. Melalui artikel-artikelnya, ia menyuarakan ketidakadilan yang dialami oleh rakyat Indonesia dan menginspirasi banyak orang untuk bergabung dalam perjuangan kemerdekaan.

  3. Pendidikan

    Ia mendirikan Ksatrian Instituut, sebuah sekolah yang bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak pribumi. Sekolah ini menjadi salah satu pusat pendidikan yang penting dalam membentuk generasi muda yang sadar akan pentingnya kemerdekaan.

  4. Penggagas Nama “Nusantara”

    Douwes Dekker adalah salah satu penggagas penggunaan nama “Nusantara” sebagai nama bagi Hindia Belanda yang merdeka. Nama ini kemudian menjadi simbol persatuan dan identitas nasional Indonesia.

Dalam keseluruhan, Eduard Douwes Dekker berperan sebagai pelopor perjuangan kemerdekaan Indonesia dengan mendirikan partai politik dan mengkritik keras praktik kolonialisme Belanda

Tags: 17 agustus 1945Danudirja SetiabudiEduard Douwes Dekkerhindia belandakemerdekaan indonesiaPendiri Indische PartijPenggagas Nama “Nusantara”tokoh belandaTokoh Belanda Ikut Perjuangkan Kemerdekaan Indonesia
Previous Post

UNHCR Indonesia Bersama FH UMSU Menggelar Diskusi Terkait Situasi Kepengungsian

Next Post

Peristiwa Rengasdengklok 16 Agustus: Kisah di Balik Penculikan Soekarno-Hatta

Next Post
Rengasdengklok 16 Agustus, Kisah Dibalik Penculikan Soekarno-Hatta

Peristiwa Rengasdengklok 16 Agustus: Kisah di Balik Penculikan Soekarno-Hatta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

By Categories

  • Agenda
  • Berita
  • Dosen Menulis
  • Education
  • Galeri
  • Info
  • Jadwal Kuliah
  • Jadwal Ujian
  • Kegiatan Fakultas
  • Kegiatan Mahasiswa
  • KKN Internasional
  • KKN Lokal
  • KKN Nasional
  • Kolom Alumni
  • National
  • Opini
  • Pengumuman
  • Politics
  • Prestasi
  • Program Studi
  • Social Media
  • Tak Berkategori
  • Travel
  • Uncategorized
  • Visi & Misi

Gedung C Jl. Kapt. Mukhtar Basri No. 3 Medan, 20238 Sumatera Utara, Indonesia
Telepon: 061-6619056, 061-6622400 Ext. 106 & 108
Fax : 061- 6625474

© 2024 Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Program Studi
  • Daftar Dosen
  • Berita
    • Galeri
    • Kegiatan Fakultas
    • Kegiatan Mahasiswa
    • LAB (BBH)
      • Kemahiran Hukum III & IV
      • Jadwal Peradilan Semu
  • Pengumuman
    • Jadwal Kuliah
  • Mahasiswa
    • Pendaftaran Seminar Proposal Skripsi
    • Pendaftaran Sidang Skripsi
    • Upload Skripsi
    • Formulir Uji Kompetensi Program Studi
    • Formulir Permohonan Surat Riset
    • Formulir Permohonan Surat Aktif Kuliah
    • Formulir Surat Keputusan Proposal
    • Rekam Jejak Alumni
    • Prestasi Mahasiswa
    • Alumni
    • Blanko
  • KKN
    • KKN Lokal
    • KKN Nasional
    • KKN Internasional
  • Alumni

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

slot88