• Pengelola Lab Fahum
    • Kegiatan Laboratorium
    • Pengelola Laboratorium
  • id ID
    • en EN
    • id ID
Fakultas Hukum Terbaik di Medan Sumut
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Program Studi
  • Daftar Dosen
  • Berita
    • Galeri
    • Kegiatan Fakultas
    • Kegiatan Mahasiswa
    • LAB (BBH)
      • Kemahiran Hukum III & IV
      • Jadwal Peradilan Semu
  • Pengumuman
    • Jadwal Kuliah
  • Mahasiswa
    • Pendaftaran Seminar Proposal Skripsi
    • Pendaftaran Sidang Skripsi
    • Upload Skripsi
    • Formulir Uji Kompetensi Program Studi
    • Formulir Permohonan Surat Riset
    • Formulir Permohonan Surat Aktif Kuliah
    • Formulir Surat Keputusan Proposal
    • Rekam Jejak Alumni
    • Prestasi Mahasiswa
    • Alumni
    • Blanko
  • KKN
    • KKN Lokal
    • KKN Nasional
    • KKN Internasional
  • Alumni
Fakultas Hukum Terbaik di Medan Sumut
No Result
View All Result

Mataram Kuno: Sejarah, Raja dan Peninggalannya

Annisa by Annisa
Desember 30, 2024
in Opini
0
Mataram Kuno Sejarah Raja dan Peninggalannya

Mataram Kuno Sejarah Raja dan Peninggalannya

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno

Kerajaan Mataram Kuno, juga dikenal sebagai Kerajaan Medang, adalah sebuah kerajaan Hindu-Buddha yang didirikan di Jawa Tengah pada abad ke-8. Pada abad ke-10, kerajaan ini pindah ke Jawa Timur. Kerajaan Mataram Kuno mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-9 dan ke-10, dan meninggalkan banyak peninggalan sejarah yang masih dapat dilihat hingga saat ini.

Kerajaan Mataram Kuno didirikan pada tahun 732 M oleh Raja Sanjaya dari Dinasti Sanjaya. Prasasti Munggu dan Canggal menjadi bukti sejarah yang menunjukkan keberadaan kerajaan ini. Pada awal berdirinya, kerajaan ini berpusat di daerah Mataram, yang sekarang dikenal sebagai Yogyakarta dan sekitarnya di Jawa Tengah.

Masa Kejayaan Mataram Kuno

Abad ke-8 menjadi saksi bisu kejayaan Mataram Kuno. Kerajaan Hindu-Buddha ini menjalin hubungan erat dengan Kerajaan Sriwijaya di Sumatra, membuka jalan bagi pertukaran budaya dan ekonomi yang memperkuat kedua kerajaan.

Di bawah kepemimpinan Raja Rakai Pikatan (840-856 M) dari Dinasti Sanjaya, Mataram Kuno memasuki era baru. Pernikahannya dengan Pramowardhani dari Dinasti Syailendra, yang beragama Buddha, menandai persatuan dua dinasti besar dan membawa stabilitas politik.

Persatuan ini memicu lonjakan pembangunan di Mataram Kuno. Candi-candi megah, seperti Borobudur, Mendut, dan Pawon, didirikan sebagai simbol kejayaan kerajaan dan bukti kemajuan seni arsitektur dan budaya.

Masa kejayaan Mataram Kuno meninggalkan warisan budaya yang tak ternilai, yang masih dapat kita saksikan hingga saat ini. Candi-candi megah tersebut menjadi bukti peradaban maju dan menjadi daya tarik wisata yang mendunia.

Raja – raja Kerajaan Mataram Kuno

  • Dinasti Sanjaya (Hindu)

    • Raja Sanjaya (732-760 M): Pendiri Kerajaan Mataram Kuno yang memerintah dari Mataram (Medang).
    • Rakai Panangkaran (760-780 M): Putra Sanjaya yang memindahkan pusat pemerintahan ke Jawa Tengah bagian selatan.
    • Rakai Panunggalan/Dharmatungga (780-800 M): Putra Rakai Panangkaran yang berhasil membangun kembali Candi Prambanan.
    • Rakai Warak/Indra (Syailendra) (800-820 M): Menantu Rakai Panangkaran yang membangun Candi Borobudur.
  • Dinasti Syailendra (Buddha)

    • Rakai Pikatan (840-856 M): Menantu Rakai Garung yang berhasil menyatukan kembali kedua dinasti.
    • Rakai Kayuwangi (856-882 M): Putra Rakai Pikatan yang membangun Candi Lumbung dan Ngabean.
    • Rakai Watukura Dyah Balitung (882-898 M): Putra Rakai Kayuwangi yang memimpin Kerajaan Mataram Kuno mencapai masa kejayaan.
  • Dinasti Isyana (Hindu)

    • Mpu Sindok (929-947 M): Raja yang memindahkan pusat pemerintahan ke Jawa Timur dan membangun Candi Dinoyo dan Jawi.
    • Sri Lokapala dan Ratu Sri Isanatunggawijaya (sejak 947 M): Anak dan menantu Mpu Sindok.
    • Makutawangsawardhana (hingga 985 M): Cucu Mpu Sindok.
    • Dharmawangsa Teguh (985-1007 M): Putra Makutawangsawardhana yang memimpin Kerajaan Mataram Kuno hingga keruntuhannya.

Peninggalan Kerajaan Mataran Kuno

  • Candi Borobudur: Candi Buddha terbesar di dunia yang dibangun pada abad ke-8.

  • Candi Prambanan: Kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9.

  • Candi Sewu: Candi Hindu yang terletak di dekat Candi Prambanan.

  • Candi Mendut: Candi Buddha yang terletak di dekat Candi Borobudur.

  • Candi Pawon: Candi Hindu yang terletak di dekat Candi Prambanan.

  • Prasasti Canggal: Prasasti yang menceritakan tentang pembangunan Candi Canggal oleh Raja Sanjaya pada tahun 732 M.

  • Prasasti Kalasan: Prasasti yang menceritakan tentang pendirian Candi Kalasan oleh Raja Rakai Pikatan pada tahun 778 M.

  • Prasasti Mantyasih: Prasasti yang menceritakan tentang pembangunan Candi Mendut dan Candi Pawon oleh Raja Rakai Pikatan pada tahun 824 M.

  • Arca: Arca-arca Hindu dan Buddha yang ditemukan di berbagai tempat di Jawa Tengah.

  • Relief: Relief-relief yang menceritakan tentang cerita-cerita Hindu dan Buddha yang terdapat di candi-candi.

Peninggalan-peninggalan Kerajaan Mataram Kuno ini menunjukkan bahwa kerajaan tersebut memiliki peradaban yang maju pada masanya. Kemampuan mereka dalam membangun candi-candi yang megah dan indah menunjukkan bahwa mereka memiliki teknologi yang tinggi.

Tags: mataram kunoRaja Sanjayasejarah mataram kuno
Previous Post

Asas- Asas Hukum Tatanegara Indonesia

Next Post

Jong Java: Sejarah,Tokoh,dan Bentuk perjuangan”

Next Post
Jong Java: Sejarah,Tokoh,dan Bentuk perjuangan”

Jong Java: Sejarah,Tokoh,dan Bentuk perjuangan"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

By Categories

  • Agenda
  • Berita
  • Dosen Menulis
  • Education
  • Galeri
  • Info
  • Jadwal Kuliah
  • Jadwal Ujian
  • Kegiatan Fakultas
  • Kegiatan Mahasiswa
  • KKN Internasional
  • KKN Lokal
  • KKN Nasional
  • Kolom Alumni
  • National
  • Opini
  • Pengumuman
  • Politics
  • Prestasi
  • Program Studi
  • Social Media
  • Tak Berkategori
  • Travel
  • Uncategorized
  • Visi & Misi

Gedung C Jl. Kapt. Mukhtar Basri No. 3 Medan, 20238 Sumatera Utara, Indonesia
Telepon: 061-6619056, 061-6622400 Ext. 106 & 108
Fax : 061- 6625474

© 2024 Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Program Studi
  • Daftar Dosen
  • Berita
    • Galeri
    • Kegiatan Fakultas
    • Kegiatan Mahasiswa
    • LAB (BBH)
      • Kemahiran Hukum III & IV
      • Jadwal Peradilan Semu
  • Pengumuman
    • Jadwal Kuliah
  • Mahasiswa
    • Pendaftaran Seminar Proposal Skripsi
    • Pendaftaran Sidang Skripsi
    • Upload Skripsi
    • Formulir Uji Kompetensi Program Studi
    • Formulir Permohonan Surat Riset
    • Formulir Permohonan Surat Aktif Kuliah
    • Formulir Surat Keputusan Proposal
    • Rekam Jejak Alumni
    • Prestasi Mahasiswa
    • Alumni
    • Blanko
  • KKN
    • KKN Lokal
    • KKN Nasional
    • KKN Internasional
  • Alumni

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

slot88