Mengenal Tiga Serangkai, Tokoh Pendiri Indische Partij
Indische Partij adalah salah satu organisasi politik pertama di Indonesia yang didirikan pada tahun 1912. Organisasi ini bertujuan untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda.
Tiga tokoh utama yang dikenal sebagai pendiri Indische Partij adalah Ernest Francois Eugene Douwes Dekker, Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo, dan Ki Hadjar Dewantara. Mereka dikenal sebagai “Tiga Serangkai” karena peran penting mereka dalam pergerakan nasional.
Tokoh Tiga Serangkai
-
Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi)
Ernest Douwes Dekker, yang juga dikenal sebagai Danudirja Setiabudi, lahir di Pasuruan pada 8 Oktober 1879.
Berasal dari keturunan Indo-Eropa, ia merupakan sosok yang sangat menentang penjajahan dan diskriminasi rasial yang dilakukan oleh Belanda. Douwes Dekker dikenal sebagai seorang jurnalis dan aktivis yang berani.
Dengan latar belakang sebagai penulis, ia mampu menyampaikan pemikirannya melalui artikel-artikel yang tajam dan kritis terhadap pemerintah kolonial. Keberaniannya dalam menentang ketidakadilan membuatnya menjadi salah satu penggerak utama dalam perlawanan terhadap Belanda.
-
Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo
Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo lahir di Pecangakan, Jepara, pada 4 Maret 1886. Sebagai seorang dokter, ia tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga memiliki kepedulian mendalam terhadap ketidakadilan sosial yang dialami oleh rakyat Indonesia.
Ia dikenal karena kritik kerasnya terhadap kebijakan-kebijakan kolonial yang merugikan rakyat kecil. Tjipto tidak hanya aktif di dunia medis, tetapi juga menjadi salah satu tokoh politik yang vokal dalam menyuarakan perubahan.
-
Ki Hadjar Dewantara (Raden Mas Soewardi Soeryaningrat)
Ki Hadjar Dewantara, lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1889 dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, adalah seorang tokoh pendidikan dan pendiri Taman Siswa.
Selain dikenal sebagai pendidik, ia juga seorang jurnalis dan aktivis yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia melalui pendidikan. Ki Hadjar percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk membebaskan bangsa dari penjajahan.
Gagasan-gagasannya tentang pendidikan nasional menjadi landasan bagi sistem pendidikan di Indonesia saat ini.
Pencapaian Tiga Serangkai
Tiga Serangkai memiliki banyak pencapaian penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Berikut beberapa di antaranya:
-
Pendirian Indische Partij
Pada tahun 1912, mereka mendirikan Indische Partij, partai politik pertama yang bertujuan untuk mempersatukan semua orang Indonesia, baik pribumi maupun keturunan Indo-Eropa, dalam melawan penjajahan Belanda.
-
Perjuangan Melalui Media
Mereka menggunakan media sebagai alat perjuangan. Douwes Dekker, misalnya, mendirikan surat kabar “De Expres” yang menjadi wadah untuk menyuarakan aspirasi kemerdekaan dan kritik terhadap pemerintah kolonial.
-
Pendidikan dan Kesadaran Nasional
Ki Hadjar Dewantara mendirikan Taman Siswa pada tahun 1922, sebuah lembaga pendidikan yang bertujuan untuk memberikan pendidikan yang berorientasi pada kebudayaan dan nilai-nilai kebangsaan Indonesia.
-
Perlawanan Terhadap Kebijakan Kolonial
Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo aktif dalam berbagai gerakan perlawanan terhadap kebijakan kolonial yang tidak adil, termasuk dalam bidang kesehatan dan sosial.
-
Pengaruh dalam Pergerakan Nasional
Ide-ide dan perjuangan mereka menginspirasi banyak tokoh pergerakan nasional lainnya dan menjadi fondasi bagi gerakan kemerdekaan Indonesia yang lebih luas.


