Perbedaan Surat Tuntutan dan Dakwaan Dalam Hukum
Dalam proses hukum, terdapat beberapa dokumen yang sangat penting untuk menunjang jalannya sidang pengadilan. Dua dokumen yang sering kali disebutkan adalah Surat Tuntutan dan Surat Dakwaan.
Kedua dokumen ini disiapkan oleh Jaksa selaku penuntut umum dan diajukan di sidang pengadilan perkara pidana. Meskipun keduanya memiliki persamaan sebagai dokumen penting, mereka memiliki perbedaan yang signifikan.
Surat Dakwaan
-
Pembacaan pada Saat Permulaan Sidang
Surat Dakwaan adalah dokumen yang dibacakan pada saat permulaan sidang. Ini berarti bahwa Jaksa akan membacakan isi dari Surat Dakwaan di depan pengadilan pada saat sidang pertama kali dimulai.
Isi dari Surat Dakwaan biasanya berupa pasal-pasal yang didakwakan terhadap terdakwa, tetapi belum mencakup tuntutan hukuman.
-
Isi Surat Dakwaan
Surat Dakwaan berisi pasal-pasal yang didakwakan terhadap terdakwa. Ini berarti bahwa Jaksa akan mengemukakan pasal-pasal dari undang-undang yang dianggap terdakwa telah melanggar.
Namun, dalam Surat Dakwaan, belum ada tuntutan hukuman yang diucapkan. Tuntutan hukuman akan datang pada saat Surat Tuntutan diajukan.
Surat Tuntutan
-
Diajukan Setelah Proses Pembuktian Selesai
Surat Tuntutan adalah dokumen yang diajukan setelah proses pembuktian di sidang pengadilan selesai. Proses pembuktian adalah tahap di mana kedua belah pihak, yakni Jaksa dan terdakwa, menyampaikan bukti-bukti yang mereka miliki untuk mendukung klaim mereka.
Setelah proses pembuktian selesai, Jaksa akan mengajukan Surat Tuntutan yang berisi tuntutan hukuman untuk terdakwa.
-
Isi Surat Tuntutan
Surat Tuntutan berisi tuntutan hukuman untuk terdakwa. Ini berarti bahwa Jaksa akan mengemukakan tuntutan berupa hukuman yang diinginkan untuk terdakwa berdasarkan pasal-pasal yang didakwakan dalam Surat Dakwaan.
Tuntutan hukuman ini dapat berupa hukuman penjara, denda, atau bahkan hukuman mati, tergantung pada tingkat keparahan tindakan yang didakwakan.
Dengan demikian, Surat Tuntutan dan Surat Dakwaan memiliki perbedaan yang signifikan dalam proses hukum. Surat Dakwaan dibacakan pada saat permulaan sidang dan berisi pasal-pasal yang didakwakan, sementara Surat Tuntutan diajukan setelah proses pembuktian selesai dan berisi tuntutan hukuman untuk terdakwa.


