Sejarah Bom Hiroshima Nagasaki, Berkaitan dengan Proklamasi Kemerdekaan RI
Pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada 6 dan 9 Agustus 1945 memiliki dampak besar, termasuk bagi Indonesia dan Proklamasi Kemerdekaan RI. Sebelum pengeboman tersebut, ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Jepang telah meningkat selama beberapa dekade, terutama setelah Jepang menduduki wilayah Cina timur pada 1937, yang memicu perang antara kedua negara.
Untuk mencegah ekspansi lebih lanjut, AS dan negara-negara Barat menghentikan ekspor bahan-bahan vital ke Jepang. Ketegangan memuncak pada 7 Desember 1941, ketika Jepang melancarkan serangan udara di pangkalan udara AS Pearl Harbor, Hawaii. Serangan ini dinilai sebagai kejahatan perang karena dilakukan tanpa pemberitahuan dan saat pembicaraan damai sedang berlangsung.
Selama hampir empat tahun, AS dan Jepang terus berperang. Pada saat yang sama, AS mengembangkan bom nuklir yang akhirnya siap digunakan pada musim panas 1945. Pada 6 Agustus 1945, bom uranium “Little Boy” dijatuhkan di Hiroshima, menghancurkan kota tersebut dan menewaskan puluhan ribu orang seketika, dengan banyak yang menderita akibat radiasi.
Tiga hari kemudian, pada 9 Agustus, bom plutonium “Fat Man” dijatuhkan di Nagasaki, menewaskan 80.000 orang. Pengeboman ini membawa dampak besar secara global dan turut mempengaruhi situasi di Indonesia, yang pada akhirnya memproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.
Dampak Bom Hiroshima Nagasaki
-
Saat bom jatuh, sekitar 80 ribu orang diperkirakan tewas secara instan di Hiroshima, dari total 420 ribu penduduk. Di Nagasaki, sekitar 39 ribu hingga 80 ribu orang tewas1.
-
Paparan radiasi menyebabkan penyakit seperti kanker, leukimia, kerusakan organ, risiko keguguran tinggi, dan dampak psikologis berkepanjangan bagi para penyintas2.
-
Sekitar 90% dari 76 ribu bangunan di Hiroshima terbakar atau hancur akibat ledakan1.
-
Bom menyebabkan kebakaran besar di kedua kota, menghancurkan banyak gedung dan infrastruktur3.
-
Penggunaan senjata nuklir ini merupakan yang pertama dan satu-satunya dalam sejarah, mengubah pandangan dunia tentang perang dan perdamaian
Pengaruh Bom Hiroshima Nagasaki Terhadap Kemerdekaan Indonesia
Informasi tentang kekalahan Jepang tersebar, termasuk di Indonesia. Salah satu tokoh golongan muda, Sutan Sjahrir, mengetahui bahwa Jepang telah kalah dalam Perang Dunia II. Sutan Sjahrir mendesak Soekarno dan Mohammad Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Akibatnya, proklamasi kemerdekaan Indonesia dapat dilaksanakan lebih cepat pada 17 Agustus 1945


